Budidaya udang vaname Indonesia mulai menunjukkan pemulihan setelah menghadapi tantangan sepanjang 2024–2025, termasuk isu paparan Cesium-137 yang sempat menghambat ekspor ke Amerika Serikat.
Pada akhir 2025, kepercayaan pasar internasional kembali pulih seiring diakuinya sistem sertifikasi bebas radiasi (Cs-137-free).
Pengiriman udang vaname ke Amerika Serikat kembali dilakukan pada Desember 2025.
Hingga 31 Desember 2025, total ekspor diperkirakan mencapai 292 kontainer dengan volume sekitar 5,07 ribu ton senilai USD 54,74 juta.
Seluruh produk telah melalui pemeriksaan ketat dan dipastikan memenuhi persyaratan keamanan pangan.
Meski ekspor kembali berjalan, tantangan di tingkat budidaya masih dihadapi pembudidaya.
Ancaman penyakit, pengelolaan kualitas air, manajemen pakan, serta penerapan biosekuriti menjadi perhatian utama, terutama bagi pembudidaya skala kecil.
Musim hujan turut meningkatkan risiko stres dan penyakit akibat perubahan kualitas air.
Memasuki 2026, penguatan fondasi budidaya menjadi kunci menjaga keberlanjutan dan daya saing industri udang nasional.
Selengkapnya Download di Sini Info Akuakultur Eds_130_Tahun XI_DESEMBER_2025

