Kualitas benur menjadi salah satu faktor awal yang paling menentukan dalam keberhasilan budidaya udang vaname di tambak modern.
Pemilihan benur yang tepat akan mempengaruhi performa pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup, serta efisiensi penggunaan pakan selama masa pemeliharaan.
Benur dengan kondisi fisik yang sehat, ukuran seragam, dan berasal dari hatchery dengan manajemen yang baik cenderung menghasilkan performa budidaya yang lebih stabil.
Sebaliknya, penggunaan benur dengan kualitas rendah sering menjadi penyebab utama terjadinya pertumbuhan tidak optimal hingga meningkatnya angka kematian di tambak.
Proses pembenihan yang menerapkan manajemen induk yang baik, nutrisi yang tepat, serta kontrol lingkungan yang ketat berperan besar dalam menghasilkan benur dengan kualitas genetik yang unggul.
Potensi genetik tersebut akan berkembang secara optimal apabila didukung oleh kondisi lingkungan tambak yang sesuai dan manajemen pemeliharaan yang baik.
Pada wilayah dengan tekanan penyakit yang rendah, benur dengan karakter pertumbuhan cepat dapat memberikan hasil produksi yang maksimal.
Namun pada lingkungan dengan risiko penyakit yang lebih tinggi, pembudidaya cenderung memilih benur yang memiliki ketahanan dan stabilitas performa yang lebih baik.
Dengan demikian, keputusan dalam memilih benur bukan sekadar tahap awal budidaya, tetapi merupakan strategi penting untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan usaha tambak.
Selengkapnya Download di Sini Info Akuakultur Eds_134_Tahun XI_MARET_2026_E

