Peralihan musim hujan ke kemarau menjadi fase krusial dalam budidaya udang vaname, terutama dalam menjaga stabilitas lingkungan tambak.
Perubahan suhu, salinitas, pH, hingga oksigen terlarut terjadi secara bertahap namun signifikan, yang dapat memicu stres pada udang jika tidak diantisipasi dengan baik.
Kondisi ini sering ditandai dengan fluktuasi kualitas air, blooming plankton, hingga penurunan oksigen pada malam hari yang berisiko terhadap pertumbuhan dan kesehatan udang.
Tanpa manajemen yang adaptif, perubahan lingkungan tersebut dapat berdampak pada menurunnya nafsu makan, pertumbuhan yang tidak optimal, hingga meningkatnya risiko serangan penyakit.
Oleh karena itu, monitoring kualitas air secara rutin, pengaturan pakan, optimalisasi aerasi, serta pengelolaan bahan organik menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan ekosistem tambak.
Pendekatan adaptif yang mengintegrasikan manajemen lingkungan, nutrisi, dan kesehatan udang akan membantu pembudidaya menghadapi tekanan musim kemarau secara lebih efektif.
Dengan strategi yang tepat, perubahan musim bukan menjadi hambatan, melainkan tantangan yang dapat dikelola untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan usaha budidaya.
Selengkapnya download di sini
Info Akuakultur Eds_135_Tahun XI_APRIL_2026

