Permasalahan utama dalam budidaya udang yang dihadapi para petambak adalah penurunan kualitas lingkungan, perubahan iklim, ketersediaan benih yang bermutu dan serangan penyakit. Jika tidak dikelola atau diantisipasi dengan baik dan matang, hal ini akan menyebabkan kegagalan budidaya.
Solusi alternatif secara preventif untuk menanggulangi serangan penyakit pada udang bisa menggunakan sistem nursery (pendederan). Perlu menerapkan SOP kolam dan melakukan proses transfer udang ke kolam pembesaran yang baik.
Sistem nursery pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan daya tahan udang sebelum di tebar di kolam budidaya (grow out), menekan terjangkitnya penyakit di usia dini pada kolam budidaya (grow out), dan menekan resiko kesulitan menjaga kestabilan plankton saat usia (DOC) udang di bawah 30 hari di (grow out). Pengendalian ini menyiapkan udang yang sehat, adaptif dan siap tebar ke kolam pembesaran.
Selain pengendalian penyakit pada tahap awal, antara lain myo, AHPND, EMS, sistem nursery dapat menghemat pemakaian bahan pendukung seperti disinfektan, probiotik dan bahan lainnya. Tingkat kelangsungan hidup yang didapat akan lebih tinggi, jika dikelola dengan baik dan benar.
Syarat yang dipenuhi agar nursery memberikan hasil maksimal untuk menyokong proses budidaya adalah sangat ideal jika lokasi disamping kolam budidaya atau sedekat mungkin (maksimal 25 meter), wajib menggunakan Terpal/HDPE atau sejenisnya dan tidak bocor/susut, harus mempunyai “buangan tengah” (central drain) untuk mempermudah menjaga kualitas air, wajib mempunyai tandon treatment (TP) minimal 2 kolam yang disesuaikan dengan kebutuhannya dan kelengkapan shading dengan menggunakan paranet 70-80% untuk menghindari paparan matahari.
Lama pemeliharan udang di kolam pendederan memakan waktu 20-30 hari dimulai dari PL 10-12, di kolam tanah ataupun beton berukuran kecil 100–300 ton vol. Sebelum ditransfer ke kolam pembesaran.
Penerapan sistem nursery memberikan beberapa keuntungan. Salah satunya adalah tingkat keberhasilan lebih tinggi dibandingkan dengan penerapan satu tahap budidaya (langsung ke kolam pembesaran). Praktik nursery dapat menekan biaya persiapan menjadi lebih hemat dan pemeliharaan lebih cepat.
Sistem nursery memiliki berbagai kelebihan dalam meningkatkan hasil produksi budidaya udang. Kontinuitas, konsistensi dan dukungan seluruh sektor untuk memasyarakatkan sistem ini dapat menjadi acuan sehingga kegagalan budidaya udang akibat serangan penyakit khususnya pada awal pemeliharaan dapat ditekan.
Keuntungan sistem kolam nursery lainnya yaitu optimalisasi lahan budidaya, dapat memitigasi penyakit. Penerapan nursery yang smart dalam budidaya, akan menambah siklus di kolam budidaya menjadi 4-5x dalam 1 tahun sehingga hasilnya dapat mencapai 1,5 – 2 kali lipat dibanding budidaya sistem biasa/konvensional.
Selengkapnya Download di Sini Info AKUAKULTUR Eds 121 – FEBRUARI 2025
