Carrying capacity didefinisikan sebagai kemampuan dari ekosistem untuk mendukung budidaya tambak secara berkelanjutan. Penerapan prinsip carrying capacity dalam budidaya udang bukan hanya soal angka dan hitungan teknis, melainkan menjadi filosofi keberlanjutan dalam usaha tambak.

Kepadatan tebar yang tinggi berdampak pada menurunnya kualitas air dan terjadinya kerusakan lingkungan. Hal tersebut disebabkan peningkatan limbah organik yang berlebih dari kegiatan budidaya udang di tambak. Kepadatan tinggi tanpa memperhatikan carring capacity juga akan mengakibatkan risiko penyakit dan kegagalan budidaya.

Cara menilai daya dukung (carrying capacity) optimal lingkungan tambak. Selain memerhatikan parameter kualitas air dalam batas normal kaidah budidaya udang, hal yang tidak kalah pentingnya adalah memerhatikan kesehatan udang. Kondisi tersebut ditandai dengan gerakan lincah atau aktif bergerak, nafsu makan bagus, tidak ada gejala penyakit, dan tingkat mortalitas atau kematian udang di tambak rendah.

Dengan memperhatikan batas daya dukung tambak, petambak dapat menjaga kelestarian lingkungan, mengoptimalkan produksi, serta menurunkan risiko kegagalan panen.

Budidaya yang mengabaikan carrying capacity sama halnya dengan mengundang kerugian secara perlahan. Namun, jika konsep ini dijadikan pedoman utama dalam perencanaan dan pengelolaan tambak, maka produktivitas dan profitabilitas bisa dicapai secara simultan dan berkelanjutan.

 

Selengkapnya Download di Sini Info AKUAKULTUR Eds 123 – APRIL 2025

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *