PROGRAM MAGANG SARJANA “INDONESIA  BERTAMBAK”

(PROMAS-INTAM)

By :  Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI)

DRAFT KURIKULUM

PELATIHAN “TEKNIK PEMBESARAN UDANG SISTEM INTENSIF”

1. Nama Pelatihan             :TeknikPembesaran Udang Sistem Intensif

2. Jenjang Pelatihan          :Menengah

3. Latar Belakang

Udang merupakan salah satu komoditas unggulan utama dalam industrialisasi perikanan budidaya di Indonesia karena memiliki nilai ekonomis dan permintaan pasar yang tinggi.  Permintaan global akan udang dari negara buyer utama (AS, Asia Timur, Eropa) mengalami kenaikan sangat siginifikan. Nilai ekspor udang nasional Indonesia pada periode semester pertama 2013 mencapai US$ 1,97 milyar dan komoditas udang telah menyumbang 36,7% atau sebesar US$ 723,6 juta. Fakta ini sangat positif dan menggembirakan karena Indonesia hingga saat ini masih aman terbebas dari penyakit Early Mortality Syndrome (EMS) yang menyerang udang vaname (Litopenaeus vannamei) di negara kompetitor produsen lain seperti Thailand, Malaysia dan Vietnam. Situasi ini akan sangat menguntungkan dan menggairahkan bagi pengembangan industri budidaya udang di Indonesia karena memiliki peluang pasar  yang besar ditambah dengan bebasnya Indonesia dari tuduhan subsidi atau dumping.

Penerapan National Residue Control Plan (NRCP) oleh Pemerintah dan praktek manajemen budidaya udang yang baik dan ramah lingkungan (sustainable aquaculture) oleh Industri budidaya udang melalui penerapan sistem biosecuritytraceability dan food safety telah menjadikan produk udang Indonesia bebas residu dengan dicabutnya sanksi CD 220 oleh Komisi Uni Eropa. Peningkatan permintaan udang dunia saat ini juga dibarengi dengan peningkatan harga udang yang mencapai rata-rata Rp 60.000/kg size 60. Hal ini merupakan peluang emas yang harus dimanfaatkan oleh masyarakat pembudidaya udang, khususnya dalam peningkatkan produksi budidaya udang nasional melalui optimalisasi pemanfaatan areal pertambakan secara maksimal dan lestari.

Ironis sekali disaat industri tambak budidaya udang nasional saat ini sedang bangkit dan bergairah namun ketersediaan SDM budidaya udang intensif masih sangat kurang dan jumlahnya terbatas. Fakta ini membuktikan bahwa saat ini lulusan sarjana perikanan yang bekerja di sektor akuakultur kurang dari 20% dan jumlah tenaga profesional yang bekerja di industri budidaya (pembesaran) udang intensif di tambak tidak bertambah dan makin berkurang seiring bertambahnya faktor usia (kurangnya regenerasi SDM tambak udang). Oleh karena itu ketersediaan SDM profesional muda (sarjana perikanan) yang handal, energik dan berkualitas yang mau dan mampu bekerja di sektor industri akuakultur tambak udang intensif adalah mutlak diperlukan.

Dalam rangka untuk menjawab fakta kesenjangan dan permasalahan yang berkaitan dengan sangat minimnya ketersediaan SDM yang handal dan profesional dalam industri budidaya udang intensif di tambak saat ini maka organisasi profesi Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) bekerja sama dengan berbagai stakeholder industri tambak udang (perusahaan swasta, asosiasi dan individu) merasa peduli dan akan menyelenggarakan Program Magang Sarjana “Indonesia Bertambak” atau disebut PROMAS-INTAM.

4. Deskripsi Program

PROMAS-INTAM ini merupakan murni program mandiri yang diinisiasi dan diorganisir oleh MAI yang didukung dan difasilitasi oleh industri tambak udang nasional (perusahaan, asosiasi) dan pemerintah. Program ini bertujuan untuk menciptakan tenaga-tenaga operator dan teknisi tambak udang yang pintar, jujur, berdedikasi tinggi, handal, energik, kreatif dan inovatif sebagai dasar persiapan menjadi tenaga manager tambak udang intensif yang profesional, berintegritas dan berwawasan kebangsaan. Program ini dapat dikatakan sebagai salah satu program perwujudan kepedulian dan keprihatinan dari para pelaku bisnis dan industri budidaya udang di Indonesia terhadap kelangkaan SDM dari anak bangsa  bergelar sarjana yang secara teknis dan profesional ahli dalam pembesaran udang di tambak intensif.

Sehingga diharapkan secara implementatif program ini juga akan menjadi bagian dari kegiatan CSR (kepedulian sosial) dari perusahaan dan asosiasi/pengusaha tambak udang sebagai upaya turut mencerdaskan anak bangsa melalui penciptaan SDM yang menguasai ilmu dan teknologi budidaya udang di tambak dan sekaligus untuk menjawab kelangkaan ketersediaan SDM bidang budidaya udang. Setelah selesai mengikuti PROMAS-INTAM ini alumni diharapkan akan menjadi aset nasional di bawah naungan induk organisasi profesi MAI untuk kemudian siap sebagai seorang wirausahawan atau seorang pekerja/manager produksi budidaya udang yang profesional, punya integritas dan dedikasi tinggi di berbagai industri tambak udang di Indonesia.

5. Tujuan Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta pelatihan diharapkan dapat:

  1. Memahami dan mampu melaksanakan budidaya udang dengan baik dan benar.
  2. Menjadikan para peserta mempunyai motivasi & etos kerja (disiplin) tinggi serta berwawasan luas.
  3. Kelompok Sasaran Pelatihan
  4. Jumlah peserta maksimal 30 orang/kelas
  5. Asal peserta adalah lulusan S1/D4 bidang perikanan, peternakan atau biologi
  6. Persyaratan peserta sehat yang dinyatakan dengan surat keterangan dokter,
  7. Mendapat surat pengantar dari Instansi terkait.
  8. Surat lamaran ditujukan kepada Ketua Tim PROMAS-INTAM MAI dengan dilampiri: CV (1 pengalaman organisasi kampus/sosial bila ada) & 2 Pasfoto terbaru warna 4x6.
  9. Membuat makalah tentang “Peran SDM dalam Memajukan Budidaya Udang di Indonesia” (2-3 halaman 1,5 spasi)

6. Jadwal Open Recruitment Angkatan (I) 2014 (30 Sarjana)

     8-31 Des           : Road Show (Sosialisasi dan Rekrutment) /Lamaran dokumen masuk via email

     7 Jan                  : Pengumuman lolos desk evaluation via email/ web MAI (www.aquaculture-mai.org)

     18-27 Jan         : Training Dasar & Karantina peserta: (8-10 hari)

    28 Jan.’15        : Lulus Lolos Training Dasar & Kontrak Kerja Magang 1 Tahun

     29 Jan’15         : Distribusi penempatan & Pembrangkatan ke Lokasi (base camp)

      1 Feb ’15          : Mulai Program On Job Training (1 tahun)

7.  Hak Peserta PROMAS-INTAM

  1. Lolos desk evaluation: panggilan mengikuti training dasar (Karantina 7 hari di Jakarta)
  2. Lolos  training: penempatan personil (transportasi awal dan selesai program disediakan)
  3. Selama magang kerja 1 tahun mendapat biaya hidup/ uang saku per bulan
  4. Akomodasi, konsumsi dan pengobatan/kesehatan selama program disediakan
  5. Gratis ikut tes sertifikasi profesi di LSP-AI
  6. Surat keterangan lulus sertifikat Promas-Intam dari MAI
  7. Peserta bebas memilih kerja (lanjut kontrak dengan industri atau yang lain.

8. Kewajiban

  • Peserta:

Mengikuti secara penuh PROGRAM-INTAM “Pelatihan” (8 hari) dan “Magang Kerja” selama 1 tahun (2 siklus produksi)

  • Instruktur Pelatihan 
  1. Menguasai materi baik teori maupun praktek
  2. Memiliki pengalaman yang cukup di bidangnya
  3. Mampu melatih dan mengevaluasi hasil pelatihan
  4. Berasal dari praktisi pertambakan, Widyaiswara dari instansi terkait, peneliti, pengajar dari spasperguruan tinggi atau yang setara.

9. Lama Pelatihan

Pelatihan dalam kelas dilaksanakan selama 8 jam pelatihan (JPL) teori dan 40 jam praktek serta magang di tambak udang sistem intensif selama 2 Musim Tanam (MT) atau setara dengan 12 bulan.

10. Tempat Pelatihan

Balai Pelatihan atau tempat lain yang representatif (Karawang – Tentative)

11. Peralatan dan Bahan Pelatihan

  1. Untuk peserta : ATK, modul, handout, leaflet, dll.
  2. Untuk ruang kelas : LCD/OHP, papan tulis, flip charts, slide projector, komputer, pengeras suara
  3. Materi pelatihan: menyesuaikan dan difasilitasi oleh Balai tempat latihan

12.  DAFTAR MATERI PELATIHAN (Tentative)

No

MATA PELAJARAN JPL
           TEORI (KELAS)

(8)

1. Permasalahan & Potensi Budiaya & Bisnis Udang Indonesia & Dunia 2
2. Etos Kerja & Motivasi 2
3. Prinsip-Prinsip Dasar Leadership & Enterpreneurship 2
4. Wawasan Kebangsaan 2

           PRAKTEK (KELAS)

(40)

5. Pengenalan Budidaya Tambak-tambak Modern 2
6. Cara Budidaya Tambak yang Baik 2
7. Pengenalan Sarana dan Prasarana Tambak Udang 2
8. Pengenalan Desain Tambak Udang 2
9. Teknik Persiapan Lahan 4
10. Teknik Pemilihan dan Penebaran Benur 4
11. Manajemen Pemberian Pakan 4
12. Manajemen Pengelolaan Kualitas Air 4
13. Manajemen Kesehatan Udang/Biosecurity 4
14. Teknik Panen dan Penanganan Pasca panen 4
15. Teknik Problem Solving: Studi Kasus Tambak Udang 4
16. Food Safety, Pasar dan Analisa Usaha Tambak Udang 4
     
  Total Jumlah hari =7 hari (48)
II PRAKTEK KERJA LAPANG DI TAMBAK UDANG 2 MUSIM TANAM
   

(12 bulan)

13 SPONSOR (Perusahaan) yang sudah komitmen dan siap mendukung:

  1. PT. CPB                              = 10 orang
  2. PT. STP                              =  10 orang
  3. PT. Matahari Sakti           =    5 orang
  4. PT. Labuhan Monodon    =    3 orang
  5. PT. BMI                               =    2 orang

          Total                                   =  30 orang

14. Evaluasi Pelatihan

Evaluasi dilakukan terhadap:

  • Peserta:

Evaluasi dilakukan untuk mengetahui hasil pembelajaran dari peserta. Beberapa jenis evaluasi yang biasa dilakukan yaitu:

  1. Evaluasi formatif: dirancang untuk memberikan informasi yang dapat digunakan pelatih untuk     sasi1melakukan perbaikan. Biasa digunakan sebelum kelas berakhir, sehingga masih terdapat kesempatan untuk memperbaiki.
  2. Evaluasi sumatif: digunakan pada akhir sesi pelatihan untuk kepentingan dalam menentukan peringkat, sertifikasi, evaluasi terhadap kemajuan, atau penelitian terhadap efektivitas  kurikulum dan perencanaan pelatihan.
  3. Portofolio: catatan, kumpulan hasil karya peserta latih yang didokumentasikan secara baik dan teratur. Dapat berbentuk tugas, jawaban peserta atas pertanyaan fasilitator, catatan hasil observasi fasilitator dan laporan kegiatan peserta. Dalam proses learning maka jenis spasi evaluasi yang sering digunakan adalah jenis portofolio.
  • Fasilitator/pelatih:

Evaluasi dilakukan untuk mengetahui kemampuan fasilitator/pelatih dalam menyampaikan materi pembelajaran sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

  • Penyelenggara:

Evaluasi dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan administrasi pelatihan

15. Diagram Alir Proses Pembelajaran

16. Sertifikasi

Sertifikasi akan diberikan kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan serta memenuhi ketentuan yang berlaku yaitu:

  1. Mengikuti pelatihan sekurang-kurangnya 90% dari alokasi waktu pelatihan
  2. Dinyatakan berhasil sesuai evaluasi belajar.

17.  STRUKTUR ORGANISASI

  • Pembina                                    :  Ketua MAI
  • Pengarah                                   :  Sekjen MAI
  • Ketua Pelaksana                     :  Ir. Denny Indradjaja, M.Sc
  • Wakil Program                        :  Dr. Nur bambang P.U

 

MORE INFORMATION:

Indonesian Aquaculture Society

P.O. Box 8023 SMEL Semarang, INDONESIA

Contact Persons:

  Sonni:                      0857 4031346

 Denny Indradjaja:     0811 107886

 Dedy Yaniharto:      0812 1067824

 Agung Sudaryono: 0815 6502397

Email : aquacultureindonesia@gmail.com

Website: www.aquaculture-mai.org

Download Poster PROMAS-INTAM

Download Brosur PROMAS-INTAM

Jadwal Roadshow sosialisasi Program Sarjana  Indonesia Bertambak

(PROMAS-INTAM) MAI:

No. Hari, Tanggal

Tempat

1 Jumat , 12/12/2014 FPIK Universitas Brawijaya Malang
2 Senin, 15/12/2014 UNSOED Purwokerto
3 Selasa, 16/12/2014 di UNPAD
4 Senin, 22/12/2014 UGM Yogya dan STP Pasar Minggu Jakarta
5 Selasa, 23/12/2014 UMM Malang
6 Rabu, 24/12/2014 FPIK UNAIR Surabaya

Mudah-mudahan berhasil untuk support memajukan industri AkuakulturUdang Nasional Indonesia …terima kasih atas segala support dari semua stakeholder  udang nasional