Takaran Optimal dalam Pemberian Pakan Udang

Pemberian pakan dengan takaran yang sesuai dan seimbang dapat menunjang pertumbuhan udang lebih optimal.

Pakan termasuk ke dalam komponen dengan pengeluaran terbesar selama proses budidaya udang berlangsung. Untuk itu, pemberian pakan secara optimal harus benar-benar dilakukan, agar pakan tidak terbuang percuma.

Pada umumnya, takaran pakan yang diberikan akan relatif berkurang seiring dengan bertumbuhnya udang. Pemberian pakan pada tahap awal dilakukan dengan menggunakan hapa selama minggu pertama, dan selanjutnya diamati dengan anco.

Untuk memperkirakan sintasan atau tingkat kehidupan udang, petambak dapat menggunakan anco yang berukuran 1 meter persegi yang di tempatkan di dalam hapa. Jumlah benur yang terdapat dalam anco nantinya akan memberikan gambaran mengenai tingkat sintasan udang yang dibudidayakan.

Setelah 2 minggu, estimasi tingkat sintasan benur dapat langsung dilakukan di luar hapa, yakni dengan menghitung jumlah udang yang ada pada anco setelah 2 jam penebaran pakan. Pengamatan ini dilakukan di seluruh anco yang terpasang di petak tambak selama 2 hari.

Hasil estimasi ini nantinya akan digunakan untuk menghitung jumlah pakan yang harus diberikan pada udang, khususnya setelah 1 bulan pemeliharaan atau saat benur sudah berbobot rata-rata 2-3 gram. Takaran awal pakan yang diberikan adalah 6,5% dari bobot badan dan akan diturunkan secara bertahap.

Takaran pemberian pakan

Kunci sukses budidaya udang, Menurut salah seorang Teknisi Tambak Udang, Sutrisno. Pertama kondisikan air sestabil mungkin sesuai parameter yang sudah di standarkan dan kedua kondisikan udang agar tahan terhadap perubahan lingkungan.

Sutrisno mengaku pengalamannya di budidaya udang mulai dari Tahun 1996. Ia mengatakan pemberian pakan pada udang dibagi menjadi dua yaitu:

  1. Blind Feeding, pakan diberikan mulai DOC 1 sampai 30 atau pakan bisa di cek sebelum DOC 30.
  2. Demand Feeding, pakan diberikan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan makan udang, sesuai perkembangan perhitungan pakan bisa dilakukan dengan beberapa metode yaitu metode FR, metode INDEX dan RASIO.

Contoh pemberian pakan pada udang ukuran 10 gram populasi 100.000 ekor dengan asumsi SR 100% :

  • Dengan FR F/D = Biomas x FR% 100.000 : 1000 x 10 x fr% 1000 x 3,45% = 34,5 kg Untuk udang 10 gram populasi 100.000 pakan yang dibutuhkan = 34,5 kg
  • Dengan INDEX rumus index : F/D = populasi : 100.000 x  DOC  x  index  yang di inginkan, udang  10 gram biasanya pakai index  0,75 (DOC 55)

Jadi hitungan pakannya : 1x 55 x 0,75 = 41,25 kg

  • Dengan RASIO

rumus rasio : kumulatif pakan dalam satu minggu : estimasi Biomas, hanya saja rumus Rasio ini belum populer.

Cek anco dilakukan berdasarkan ukuran udang, % dan lama cek anco juga berdasarkan ukuran udang dengan ukuran Anco 80x80 cm, contoh:

Mbw%Waktu
2,5-80,52-3
8,1-1211,5
12-1511
15-201,51
20 up21

“Tantangan budidaya udang saat ini belum adanya obat atau metode tertentu untuk mengatasi penyakit,” pungkas Sutrisno.

sumber: Edisi No. 74/Tahun VII/Maret 2021 www.infoakuakultur.com