Mengenal Ikan Mola-Mola

Ikan mola-mola. (Foter.com)Nama ilmiah ikan ini Mola-mola yang berarti batu gerinda karena bentuknya bulat berwarna abu-abu dengan permukaan kulit kasar seperti batu. Ikan ini dikenal dengan sebutan ikan matahari atau Sunfish karena hobinya berjemur di atas permukaan laut dalam waktu cukup lama.

Tubuhnya terbilang unik, biasanya ikan selalu memiliki sirip ekor, tapi mola-mola nyaris tidak memilikinya. Mereka hanya punya sirip yang terletak di punggung dan bawah perut yang disebut clauvus, akibatnya ikan mola-mola sangat lambat berenang dan tak mampu menahan arus laut sehingga mudah terdampar.

Ikan mola-mola bisa menyelam hingga 600 meter untuk mencari makanan, kegemarannya adalah ubur-ubur laut, plankton, ikan kecil dan bintang laut. Meski demikian, ikan mola-mola ternyata alergi dingin dan tidak bisa hidup dibawah suhu 12 derajat celcius, mereka mengatasinya dengan berjemur dalam waktu cukup lama untuk melancarkan peredaran darah.

Kebiasaannya berjemur juga dimaksudkan untuk membersihkan diri karena kulit ikan mola-mola banyak dihuni parasit. Tidak kurang dari 54 jenis parasit bisa hidup di tubuhnya dan rentan terhadap penyakit. Mereka akan bekerjasama dengan hewan lain seperti burung albatros yang suka memakan parasit di tubuh ikan mola-mola.

Mola-mola merupakan ikan bertulang sejati terberat di dunia. Raksasa ini rata-rata beratnya mencapai 2,2 ton dengan panjang 3-4 meter. Ikan mola-mola terberat yang pernah ditemukan tercatat mencapai 5.1 ton.

Ikan yang hidup di iklim tropis ini juga terbilang subur, satu ekor ikan mola dapat meyimpan 300 juta telur dalam ovariumnya. Rekor ini merupakan terbanyak di dunia di antara hewan bertulang belakang manapun.

Karena jumlahnya sangat banyak ukuran larva ikan mola tergolong kecil, hanya mencapai 2 mm dan menyerupai ikan buntal berduri. Saat beranjak dewasa perlahan duri-duri di tubuhnya akan hilang sampai ukurannya mencapai 2 meter.

keberadaan ikan mola mola masuk kategori rentan (vulnerable) karena sering jadi korban kecelakaan lalu lintas laut seperti tersangkut di baling-baling kapal. Sampah plastik juga diduga berperan terhadap banyaknya kematian ikan mola-mola. Mereka menelan sampah plastik yang dikiranya ubur-ubur. Belum lagi resiko terdampar di pantai dan mati dehidrasi akibat tak mampu menahan arus laut dan gerakannya yang lamban.

Di Indonesia, ikan langka ini masih bisa ditemukan di Nusa Penida Bali. Mereka akan muncul pada setiap bulan Juli-September. Kemunculan ikan mola di tempat sama setiap tahunnya menjadi daya tarik sendiri bagi para penyelam dan photografer seluruh dunia.

 

 

sumber: https://perikanan.sariagri.id

Leave a reply