KKP salurkan bantuan budi daya ikan sistem bioflok senilai Rp1,8 miliar ke Kalimantan Barat

Penyerahan bantuan bioflok

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) menyalurkan bantuan kepada Pokdakan dan Yayasan Penerima Bantuan Budidaya Sistem Bioflok TA 2020 di Provinsi Kalimantan Barat. Bantuan Budidaya Sistem Bioflok diserahkan secara langsung oleh Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin kepada Ketua Pokdakan dan Yayasan Penerima Bantuan Budidaya Sistem Bioflok bersama Dinas Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kabupaten / Kota , dan Penyuluh Perikanan.

Bantuan yang diberikan berjumlah 11 paket bantuan dengan total nilai sebesar Rp 1,8 Miliar untuk 11 kelompok yang terdapat di kabupaten dan kota provinsi Kalimantan Barat. Kabupaten dan kota tersebut terdiri dari kota Pontianak, Kab. Mempawah, Kab. Landak, Kab. Kubu Raya, Kab. Ketapang dan Kab. Melawi.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menekankan bahwa pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk memulihkan ekonomi masyarakat melalui berbagai program bantuan yang disalurkan secara terukur serta berorientasi untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.

“Pendistribusian bantuan budidaya ikan sistem bioflok memiliki potensi untuk meningkatkan kapasitas SDM di masyarakat karena dapat meningkatkan keterampilan pembudidaya melalui tekonologi yang diadaptasi. Selain itu peningkatan pendapatan juga bisa turut didapatkan karena efisiensi budidaya ikan sistem bioflok serta limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik” jelas Slamet dalam siaran pers yang diterima oleh redaksi Jitunews pada Jumat (4/12).

Slamet juga menilai bahwa bantuan ini dapat menjadi solusi akan penyediaan sumber protein bergizi tinggi dengan harga yang terjangkau di masyarakat.

“Dengan asupan protein yang terpenuhi, tingkat kesehatan dan gizi masyarakat dapat terjaga sehingga produktivitas masyarakat dapat terus meningkat di masa mendatang” tutup Slamet.

Kepala BPBAT Mandiangin Andy Artha Donny Oktopura mengungkapkan Bantuan Budidaya Ikan Sistem Bioflok bertujuan untuk Meningkatkan produksi perikanan budidaya, Diseminasi teknologi budidaya ikan yang efisien, produktivitas tinggi dan ramah lingkungan. Stimulus usaha bagi masyarakat untuk penciptaan lapangan kerja dan ketahanan pangan. Sehingga diharapkan dapat terus memberi manfaat ekonomi bagi kelompok penerima dan masyarakat sekitarnya.

“Kami berharap kepada semua Kelompok penerima bisa memanfaatkan bantuan yang diberikan secara optimal, serta meningkatkan ketahanan pangan dan menstimulus usaha bagi masyarakat untuk penciptaan lapangan kerja,” pungkasnya

Keuntungan Budidaya Ikan Sistem Bioflok diantaranya masa budidaya yang lebih singkat, hemat air, tidak perlu lahan yang luas serta hemat pakan, dapat diintegrasikan dengan sayur, hasil panen dan keuntungan yang lebih tinggi.

Andy juga mengharapkan Bantuan Budidaya Ikan Sistem Bioflok dapat menstimulus usaha bagi masyarakat khususnya di tengah pandemi COVID-19, dapat direplikasi oleh masyarakat sehingga meningkatkan produksi ikan Lele di Provinsi Kalimantan Barat dan bisa dimanfaatkan serta dioperasionalkan oleh kelompok penerima dengan baik dan optimal.

Pada kesempatan yang sama, salah satu perwakilan pengurus pondok pesantren Tombo Ati, di kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, M. Toyyib mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan atas bantuan bioflok yang diberikan. Bantuan ini dirasakan sangat bermanfaat bagi kelompok karena hasil produksi ikan lele yang diperoleh dapat membantu meningkatkan konsumsi protein ikan bagi anak anak santri dan warga di sekitar pondok pesantren. Bantuan bioflok ini juga dapat dipergunakan untuk mengedukasi para santri sehingga mempunyai keahlian di sektor usaha perikanan selain ilmu agama.

Pelaksanaan sosialisasi teknis dan serah terima bantuan bioflok ini dihadiri oleh Kepala Bidang Perikanan Budidaya Provinsi Kalbar, Kepala Dinas KP Kota/Kabupaten lokasi bantuan bioflok, pendamping teknis dan ketua kelompok dari masing-masing kelompok yang menerima bantuan.

 

sumber: https://www.jitunews.com

Leave a reply